Monday, 1 October 2018

Mengetahui 5 Tanda Alam Jelang Tsunami Beserta Cara Menyelamatkan Diri

ALAT buoy pendeteksi tsunami diklaim Badan Nasional Penganggulangan
Bencana (BNPB) tidak lagi berfungsi. Hal ini membuat publik
mempertanyakan tanggung jawab pemerintah dalam menjaga keselamatan
warga.

"Sejak 2012, buoy tsunami sudah tidak ada yang beroperasi," kata
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho,
Minggu 30 September 2018.

BERITA TERKAIT +

Buoy adalah pelampung suar dengan sensor untuk mengukur ketinggian
permukaan air laut, dan memberikan informasi peringatan dini tsunami
ke institusi terkait.

Saat gempa 7,4 skala Richter (SR) menimpa Donggala dan Palu pada Jumat
28 September, sekira pukul 17.02 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi,
dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami. Tsunami
disebut akan sampai pada pukul 17.22 WIB.

(Baca juga: Mengenal Likuifaksi, Melarutnya Tanah di Kota Palu dan Sekitarnya)

Kemudian karena waktu terlewati, peringatan dini pun dicabut pada
pukul 17.36 WIB. Beberapa menit setelah pencabutan ini, tsunami
menerjang Kota Palu dengan ketinggian sekira 1,5 meter.

Dengan "tidak beroperasinya" alat pendeteksi tsunami dan melesetnya
peringatan dini, lalu dengan apa lagi masyarakat tahu bahwa tsunami
akan menerjang sehingga bisa menyelamatkan diri?

VOA Indonesia pun merangkum sejumlah tanda-tanda alam jelang
terjadinya tsunami dan apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan
diri.

Gempa Besar

Gempa bumi yang berpusat di bawah laut adalah salah satu penyebab
utama tsunami. Selain gempa bumi, menurut Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD), tsunami bisa diakibatkan oleh runtuhan di dasar laut
atau letusan gunung api di laut.

Jadi jika masyarakat berada di sekitar pantai dan merasakan gempa
besar atau lama (lebih dari 1 menit), sebaiknya bersiap dan langsung
menyelamatkan diri. Lalu gempa sebesar apa yang bisa mengakibatkan
tsunami?

Pertanyaan ini sulit dijawab. Namun berdasarkan data tsunami yang
terjadi di berbagai penjuru dunia dalam dua dekade terakhir, tsunami
diakibatkan gempa dengan kekuatan mulai dari 6,2 SR.

(Baca juga: Gempa 5,3 SR Kembali Melanda Donggala, Tidak Berpotensi Tsunami)

Gempa bumi 6,2 SR di Christchurch, Selandia Baru, pada 2011,
mengakibatkan tsunami setinggi 3,5 meter dan menewaskan total 185
orang.

Sementara tsunami di Aceh pada 2004 yang menewaskan lebih 200 ribu
jiwa di 12 negara, disulut gempa bumi dengan kekuatan 9,1 hingga 9,3
SR.

Melalui fakta bahwa Indonesia berada di wilayah Cincin Api (memiliki
banyak gunung api dan titik pertemuan sejumlah lempeng bumi),
kesiapsiagaan warganya atas ancaman gempa dan tsunami juga sangat
diperlukan.

Sebelumnya

1 / 4

Sumber: http://news.okezone.com/read/2018/10/02/337/1958386/mengetahui-5-tanda-alam-jelang-tsunami-beserta-cara-menyelamatkan-diri

Jumlah Pembelot Korea Utara Menurun Sejak Kim Jong-un Berkuasa

JUMLAH pembelot Korea Utara ke Korea Selatan menurun sejak Pemimpin
Korut, Kim Jong-un, berkuasa tujuh tahun lalu, kata seorang anggota
parlemen Korea Selatan.

Park Byeong-seug, mengutip data Kementerian Unifikasi Korea Selatan,
yang menyebut jumlah pembelot menyusut dari 2.706 orang pada 2011,
menjadi 1.127 orang pada 2017.

BERITA TERKAIT +

Park mengatakan, faktor-faktor utama yang menyebabkan penurunan jumlah
pembelot ini antara lain, ketatnya pengawasan di perbatasan Korea
Utara dan Cina serta tingginya biaya yang dikenakan oleh para pelaku
perdagangan manusia.

BACA JUGA: 9 Pembelot Korut Diusir ke China

Pyongyang sendiri tidak menanggapi data yang dikemukakan di atas.

Mayoritas dari para pembelot dari Korea Utara itu akhirnya ditawarkan
kewarganegaraan Korea Selatan.

Seoul mengatakan lebih dari 30.000 warga Korea Utara melintasi
perbatasan secara ilegal sejak akhir Perang Korea 1953.

Sebagian besar melarikan diri melalui Cina, yang memiliki perbatasan
terpanjang dengan Korea Utara dan lebih mudah untuk menyeberang
dibanding melalui Zona Demiliterisasi (DMZ) yang diawasi ketat oleh
kedua negara Korea tersebut.

Cina menganggap para pembelot itu sebagai migran ilegal, bukan
pengungsi dan kerap memulangkan mereka secara paksa.

Hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan - yang secara teknis
masih berperang - meruncing dalam beberapa bulan terakhir.

Awal bulan ini, para pemimpin kedua negara bertemu di Pyongyang untuk
melakukan pembicaraan yang terpusat pada negosiasi denuklirisasi yang
mandek.

Ini terjadi setelah pertemuan bersejarah antara Presiden AS Donald
Trump dan Kim Jong-un pada bulan Juni lalu di Singapura, ketika mereka
sepakat untuk bekerja sama menciptakan semenanjung Korea yang bebas
nuklir.

BACA JUGA: Pembelot Korut yang Ditembaki Jadi 'Tambang Informasi' soal
Rezim Kim Jong-un

Tapi pada Sabtu (29/9), Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho
menyalahkan sanksi AS karena tidak ada kemajuan sejak pertemuan itu.

"Tanpa kepercayaan di AS, tidak akan ada kepercayaan dalam keamanan
nasional kita dan dalam keadaan seperti itu, tak ada cara lain, kami
akan melucuti diri kita terlebih dahulu," kata Ri dalam pidato ke
Majelis Umum PBB di New York.

(dka)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2018/10/02/18/1958384/jumlah-pembelot-korea-utara-menurun-sejak-kim-jong-un-berkuasa

Cegah Penjarahan, TNI Kirim Ribuan Pasukan ke Palu dan Donggala

JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan kembali
mengerahkan pasukannya ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi
Tengah (Sulten), pasca-gempa bumi dan tsunami. Tiga batalyon atau
sekitar 3.000 personel akan kembali diterjunkan ke wilayah tersebut.

Hadi menekankan, pengerahan ribuan pasukan itu untuk menjaga keamanan
di Palu dan Donggala. Mengingat, di lini massa pasca-bencana alam yang
berkembang justru isu penjarahan dibeberapa tempat seperti, toko, SPBU
dan ATM.

BERITA TERKAIT +

"Pagi tadi diluar TNI yang sudah ada di sana sebelumnya yang sudah ada
disana 850 untuk tenaga kesehatan, namun pagi ini datang kurang lebih
yang sudah kesana rencananya tiga Batalyon. Sudah ada 500 yang kami
kirim tadi pagi," kata Hadi di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur,
Selasa (2/10/2018).

Mantan KSAU itu menekankan, pengerahan pasukan kali ini, akan
difokuskan untuk melakukan penjagaan disejumlah objek vital yang kerap
menjadi sasaran masyarakat melakukan kejahatan.

(Baca Juga: Akses Sudah Terbuka, tapi Bantuan ke Donggala Masih Minim
Pasca-Gempa )

"Pasukan kedua dalam rangka memberikan keamanan, menjaga SPBU, ATM,
toko-toko, Bandara dan Pelabuhan kami akan jaga," tutur Hadi.

Dengan adanya pengawalan dari TNI dan Polri, Hadi mengimbau kepada
pelaku usaha di Palu dan Donggal tetap menjalankan bisnisnya.
Pasalnya, kata Hadi, meskipun dilanda bencana alam, arus perekonomian
di wilayah itu harus tetap berjalan.

Oleh sebab itu, Hadi mengungkapkan pada hari ini, dirinya bersama
Menko Polhukam Wiranto, akan kembali mengunjungi Palu dan beberapa
wilayah lainnya di Sulteng untuk memastikan terciptanya rasa aman.

"Hari ini saya akan berangkat dengan pak Menko Polhukam untuk pastikan
ekonomi berjalan lancar dengan dikawal TNI dan Polri. Sehingga
masyarakat akan merasa nyaman," tutup Hadi.

(aky)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2018/10/02/337/1958402/cegah-penjarahan-tni-kirim-ribuan-pasukan-ke-palu-dan-donggala

Akses Sudah Terbuka, tapi Bantuan ke Donggala Masih Minim Pasca-Gempa

JAKARTA - Kapolres Donggala AKBP Stans Laus Ferdinand Suwarji
menyatakan ases jalan menuju Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah
(Sulteng) saaat ini sudah bisa dilalui. Sebelumnya, kawasan ini sempat
tertutup setelah gempa bumi dan tsunami menerjang.

"Dari kemarin sudah bisa dilewati jalur ke Donggal," kata Ferdinand
kepada Okezone , Jakarta, Selasa (2/10/2018).

BERITA TERKAIT +

Meskipun sudah bisa dilalui, Ferdinand menyatakan, sampai saat ini
bala bantuan ke kawasan Donggala masih sangat minim.

"Bantuan sendiri masih minim untuk di Donggalanya. Kami lagi berupaya
dengan Pemda Kabupaten Donggala," tutur dia.

(Baca Juga: Lebih Tahu Tentang Buoy, Alat Pendeteksi Tsunami yang Kini
Tak Ada di Indonesia )

Sementara itu, sebagai wilayah paling terdampak, Ferdinand menyebut,
banyak bangunan atau rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah
akibat gempa dan tsunami.

"Bangunan yang roboh rusak parah hampir ribuan. Sudah 70 persen kalau
yang roboh, khususnya di Kecamatan Banawa," ucap dia.

Untuk memudahkan, bala bantuan masuk ke Donggala, Ferdinand
menyatakan, pihaknya bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat
sedang mengupayakan untuk menyempurnakan akses menuju Donggala.

"Alat berat sementara kita koordinasikan untuk membantu membuka jalan
agar mudah dilewati kendaraan," tutupnya.

(aky)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2018/10/02/340/1958389/akses-sudah-terbuka-tapi-bantuan-ke-donggala-masih-minim-pasca-gempa

Kecelakaan Mobil di Semanggi, Penyerang Persija Marko Simic Baik-Baik Saja

JAKARTA – Kondisi penyerang andalan klub sepakbola Persija, Marko
Simic, dilaporkan baik-baik saja usai terlibat kecelakaan mobil di
Jalan Lingkar Semanggi pada Senin 1 Oktober 2018 malam. Ia dikabarkan
sudah pulang ke kediamannya untuk istirahat pasca-kejadian.

(Baca juga: Penyerang Persija Jakarta Marco Simic Kecelakaan di Semanggi)

BERITA TERKAIT +

"Iya benar itu Simic. Mobilnya gasnya stuck open sehingga tidak bisa
pelan. Sejauh ini kondisinya aman. Iya sudah pulang ke apartemennya,"
jelas Manajer Persija Ardhi Tjahjoko, Selasa (2/10/2018).

Kecelakaan Toyota Landcruiser B 1250 MO dan kendaraan Pamobvit 15712 -
VII di Lingkaran Semanggi & sdh dlm penanganan Polri.
pic.twitter.com/y1NXvqeTxm

— TMC Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro) 2 Oktober 2018

(Baca juga: Bus Terperosok di Tol Pejagan-Kanci, 4 Orang Dinyatakan Tewas)

Mobil Toyota Landcruiser B 1250 MO yang dinaiki Marko Simic diketahui
menabrak kendaraan Pamobvit 15712-VII yang sedang berhenti di Jalan
Lingkar Semanggi, tepatnya di depan Plaza Semanggi, Jakarta Selatan.

Mobil Simic diketahui rusak pada bagian depan. Sedangkan mobil polisi
tersebut ringsek parah di bagian belakang.

(han)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2018/10/02/338/1958400/kecelakaan-mobil-di-semanggi-penyerang-persija-marko-simic-baik-baik-saja

Sesosok Mayat Ditemukan di Dekat Lokasi Kecelakaan Pesawat Air Niugini

WELLINGTON - Sesosok mayat yang ditemukan di dekat lokasi pendaratan
darurat pesawat Boeing 737 yang mendarat di sebuah laguna di pulau
Mikronesia pekan lalu membuat maskapai Air Niugini menarik kembali
pernyataan yang menyebutkan bahwa semua penumpang penerbangan tersebut
selamat dari kecelakaan tersebut.

Diwartakan RT , Selasa (2/10/2018), maskapai nasional Papua Nugini itu
meralat pernyataan yang menyebutkan bahwa semua 35 penumpang dan 12
awak pesawat berhasil selamat dari kecelakaan itu dan menyatakan bahwa
seorang pria yang diyakini menaiki perahu penyelamat ditemukan tewas.
Dalam pernyataan aslinya tentang kecelakaan itu, Air Niugini
mengatakan telah mengonfirmasi laporan bahwa seorang penumpang yang
hilang diselamatkan oleh perahu penyelamat.

BERITA TERKAIT +

BACA JUGA: Lampaui Landasan Saat Mendarat, Pesawat Air Niugini Masuk ke Air

"Pemeriksaan seluruh kabin pesawat yang terendam oleh pasukan SEAL
Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy), yang dikuatkan oleh laporan
saksi mata lain yang melihat penumpang menaiki salah satu Perahu pada
Jumat, telah mengonfirmasi bahwa semua penumpang telah dievakuasi
dengan aman saat pesawat mengalami kecelakaan, " demikian pernyataan
awal yang disampaikan Pimpinan Air Niugini, Kostas Constantinou.

Diberitakan sebelumnya, pesawat Boeing 737 Air Niugini penerbangan
P2-PXE mendarat darurat di atas air di Laguna Chuuk setelah gagal
mendarat di landasan Bandara Internasional Weno pada Jumat. Rekaman
video yang diambil oleh US Navy menunjukkan keadaan usai kecelakaan,
dengan tim penyelamat memeriksa bagian dalam pesawat yang tergenang
air.

Masih belum jelas apa yang menyebabkan terjadinya kecelakaan itu. Air
Niugini masih melakukan penyelidikan.

(dka)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2018/10/02/18/1958406/sesosok-mayat-ditemukan-di-dekat-lokasi-kecelakaan-pesawat-air-niugini

Palu dan Donggala Sudah Diguncang 321 Kali Gempa Susulan

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendata
sudah ada 321 kali gempa susulan yang mengguncang Palu dan Donggala,
Sulawesi Tengah. Data tersebut diperoleh hingga pukul 09.00 WIB.

"‎Update susulan gempabumi Donggala Magnitudo 7,4 per 2 Oktober 2018,
pukul 09.00 WIB, tercatat sebanyak 321," kata K‎epala Sub Bidang
Peringatan Dini Tsunami BMKG Weniza kepada Okezone , Selasa
(2/10/2018).

BERITA TERKAIT +

(Baca Juga: Mengetahui 5 Tanda Alam Jelang Tsunami Beserta Cara
Menyelamatkan Diri )

Berdasarkan data grafik yang diperoleh Okezone dari BMKG,‎ intensitas
gempa susulan semakin menurun setelah empat hari pasca-gempa besar
berkekuatan 7,4 mengguncang Sulawesi Tengah. Namun memang, ada
beberapa gempa berkekuatan cukup besar masih menghantui warga Palu dan
Donggala.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,4 SR sempat mengguncang Sulawesi
Tengah‎ pada Jumat, 28 September 2018, sore. Gempa tersebut
menimbulkan tsunami atau gelombang tinggi di bagian pesisir Kabupaten
Donggala, Mamuju Utara, dan Palu.

Berdasarkan laporan terakhir dari BNPB, sudah ada 844 korban tewas
akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Sementara itu, ratusan
korban luka berat masih dirawat di rumah sakit dan hampir seluruh
bangunan di Kota Palu hancur.

(aky)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2018/10/02/337/1958414/palu-dan-donggala-sudah-diguncang-321-kali-gempa-susulan