Saturday, 24 March 2018

Bahagianya Menjadi Ibu Mertua Rasulullah

Berita Sindikasi berbagi informasi tentang "Bahagianya Menjadi Ibu Mertua Rasulullah". Informasi tersebut dikompilasi dari sumber yang disebutkan di bawah artikel. Berita tentang "Bahagianya Menjadi Ibu Mertua Rasulullah" layak Anda baca baik sebagai infomasi maupun pengaya khazanah pengetahuan Anda.

Bahagianya Menjadi Ibu Mertua Rasulullah

DILIHAT dari sisi lain, Ummu Rumman adalah ibu yang penuh kasih dalam
mendidik putra-putrinya, yakni Abdurrahman dan Aisyah, dengan didikan
terbaik dan menjaga keduanya dengan sebaik-baiknya. Tatkala Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam datang untuk melamar Aisyah sebagai tanda
ketaatan terhadap perintah Allah taala maka bergembiralah Ummu Rumman
dengan kebahagiaan yang tiada tara karena mendapatkan hubungan mertua
dan menantu yang mulia, dan tidak ada kemuliaan yang lebih darinya.

Bersamaan dengan semakin kerasnya gangguan dari kaum musyrikin
terhadap kaum muslimin dan memuncaknya kekejaman serta kezhaliman
mereka maka Allah subhanahu wa taala mengizinkan kaum muslimin untuk
hijrah ke Madinah. Lalu, tinggallah Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam bersama keluarga dan para sahabat serta Abu Bakar yang bersama
keluarganya yang menunggu perintah dari Allah subhanahu wa taala untuk
berhijrah.

Kemudian datanglah perintah dan kemudian berhijrahlah Nabi shallallahu
alaihi wa sallam dengan ditemani Abu Bakar. Setelah itu, yang masih
tinggal di Mekkah di antaranya adalah Ummu Rumman yang memikul
tanggung jawab yang besar dengan menanggung kesombongan orang-orang
jahiliah yang juga mengancam dan menakut-nakuti dirinya. Asma binti
Abu Bakar berkata, "Tatkala Abu Jahal bin Hisyam keluar kemudian
berdiri di depan pintu, aku pun keluar menemui mereka. Mereka berkata,
Di manakah bapakmu, wahai anak Abu bakar? Aku (Asma) menjawab, Aku
tidak tahu keberadaan ayahku. Maka Abu Jahal yang dikenal bengis dan
kejam mengangkat tangannya kemudian menampar pipiku hingga jatuhlah
anting-antingku."

Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan sahabatnya sampai
dan menetap di Madinah, beliau mengutus Zaid bin Haritsah bersama Abu
Rafi, dan Abu Bakar mengutus Abdullah bin Uraiqath untuk menjemput
keluarganya. Kebetulan, mereka berpapasan dengan Thalhah yang hendak
berhijrah. Akhirnya, mereka bersama-sama hijrah ke Madinah. Mereka
bertemu dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan juga
orang-orang yang beriman di Madinah.

Di Madinah itulah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tinggal
seatap dengan Aisyah. Adanya ikatan perkawinan yang baru tersebut
merupakan salah satu penyebab kuatnya hubungan antara dua rumah tangga
yang mulia, dan hal itu juga membesarkan hati Ummu Rumman karena
beliau melihat betapa sayang dan cintanya Nabi shallallahu alaihi wa
sallam kepada Aisyah, begitu pula menjadi leluasa bagi beliau untuk
kembali ke rumah Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk menambah
bekal dari mata air nubuwwah yang jernih.
Sumber:https://mozaik.inilah.com/read/detail/2445044/bahagianya-menjadi-ibu-mertua-rasulullah

Semoga kompilasi informasi tentang "Bahagianya Menjadi Ibu Mertua Rasulullah" di atas bermanfaat bagi Anda.